Login Form
ForSAIMS
IKLAN ANDA
Anda adalah Pengunjung ke






![]() | Today | 1008 |
![]() | Yesterday | 539 |
![]() | This week | 3474 |
![]() | Last week | 639 |
![]() | This month | 9897 |
![]() | Last month | 16730 |
![]() | All | 144632 |
Your IP: 38.107.179.227
,
Today: Feb 22, 2012
Who's Online
We have 7 guests onlineLink Eksternal blog
| Religio, Culture, and The Kingdom |
| Written by Miss. Hem |
| Sunday, 06 March 2011 13:23 |
|
Tema "BUDAYA" yang diprogramkan SD Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya kali ini kami kemas dengan sederhana namun syarat makna. Tema ini akan selalu ditemuai di kelas V sebagai sebuah proses pembelajaran tematik dan integrated learning. Pada tema itu kami mempelajari tentang peninggalan kerajaan Ismal, Hindu, dan Budha. Biasanya kami melakukan trip Demak-Jogjakarta untuk belajar di masjid Demak, candi Boroburdur, dan Prambanan. Karena peristiwa Merapi banyak akses jalan yang belum sepenuhnya normal, kami memiliki pertimbangan sendiri untuk tidak ke Jogjakarta. Sempat kami survei ke Broma dan daerah permukiman suku Tengger. Sambutan di desa Tengger sungguh luar biasa. Nah, selang dua minggu kunjungan survei kami Bromo muntah dan batuk sampai saat ini. Pertimbangan yang sangat jelas untuk tidak memilih pegunungan Tengger. Oleh karena itu, kami harus segera mencari alternatif terbaik. Trip aman, target kompetensi tercapai, dan tentunya didukung penuh oleh wali murid kami. Pemikiran untuk outdoor study Surabaya-Malang muncul karena kami menambah satu materi baru yaitu: "memahami indahnya perbedaan agama" dengan melakukan kunjungan di berbagai rumah ibadah. Ketika pertemuan dengan walimurid, para orang tua yang bijaksana itu langsung menyetujui rancangan program kami. Dengan demikian, mantaplah langkah kami untuk mempersiapkan outdoor study budaya. Kami memilih tema "Religion, Culture, and The Kingdom". Trip kami mulai dengan keliling kota Surabaya. Kami berkunjung ke rumah ibadah Tri Dharma, Patung Joko Dolog, Gereja Paroki Kelahiran Santa Perawan Maria, Masjid Ampel, Vihara Pahla Santi. Sayang sekali Pura Jagat Kirana belum bersedia menjadi tempat belajar kami. Alhamdulillah, kami mampu belajar bersikap sopan dan menghormati tempat ibadah orang lain. Kami juga belajar menghargai cara beribadah yang dijalankan oleh agama lain. Kami sangat senang, karena benar-benar merasaka 'beda itu indah'. Sambutan hangat diberikan pada masing-masing tempat ibadah. Kami dibimbing untuk menapatkan informasi yang kami butuhkan. Terlebih lagi, ada beberapa rumah ibadah menyediakan snack dan minuman untuk kami. Senang rasanya, jika kedaimaian hari itu benar-benar terpancar di semua bagian kepulauan Indonesia. Trip berikutnya, kami menuju Malang. Belajar untuk napak tilas kerajaan Singosari. Kami mengunjungi semua candi yang ada. Candi Kidal, Jago, Singosari, dan candi Jawi. Tempat tujuan akir kita adalah masjid Cheng Ho untuk melaksanakan sholat jama'ah sebelum kembali ke Surabaya. Di candi-candi tersebut kami akhirnya cukup mengetahui kehidupan spiritual para raja Singosari. Melalui relief-relief candi kami juga mengetahui cerita/peristiwa masa kerajaan Singosari. Sedangkan di masjid Cheng Ho kami mengagumi perjuangan yang luara biasa dari Laksamana Cheng Ho. Sebenarnya di Surabaya juga ada, karena perjalanan pulang kami melintasi masjid Muhammad Cheng Ho di Pasuruan, akhirnya kami juga mampir dan sholat di sana. Semoga apa yang kami pelajari saat ini, benar-benar akan membuat kami menjadi generasi yang luar biasa. Generasi yang mampu berpikir positif, menghargai orang lain, dan menjadikan semua pelajaran sebagai bekal untuk menjalani kehidupan ini dengan lebih baik. Amin |
| Last Updated on Tuesday, 15 March 2011 02:39 |






