Model Pembelajaran Sekolah Alam
Sekolah Alam
Insan Mulia menerapkan konsep pendidikan integratif dengan pendekatan joyful
learning. Sebuah konsep pembelajaran yang berporos pada kepentingan siswa,
kecakapan hidup (skill life), serta kenyamanan siswa. Lewat pembelajaran joyful
learning anak akan belajar dalam suasana bermain. Semua materi pelajaran dikaitkan
dengan kehidupan nyata dan perkembangan psikologis anak.
Setiap topik pelajaran dibahas secara komprehensif dari berbagai dimensi sesuai
taraf pikir anak. Mengkaji buah sawo di kebun hidroponik, mencermati ikan
di kolam akan mengantar anak pada mata pelajaran matemateka, IP, Ekonomi.
IPS, akhaq hingga tauhid. Mengajak siswa mengamati anak ayam yang baru menetas
jelas tidak hanya membutuhkan pemahaman ilmu pengetahuan tetapi juga menyaksikan
peristiwa kemahakuasaan Allah yang --subhanallah—amat menggetarkan kalbu.
Melalui pola belajar seperti itu, rasa ingin tahu anak akan terpupuk, motivasi
belajar tumbuh dan secara bertahap anak akan menemukan sendiri definisi dan
teori-teori sederhana sehingga mereka dapat berteriak eureka, seperti halnya
Archimedes ketika menemukan teori yang hebat itu. Inilah penerapan konsep
belajar construktivist untuk mengantarkan anak menjadi calon-calon penemu
ulung.
Kehidupan yang cenderung individualistik perlu diantisipasi dengan mengasah
rasa tanggung jawab bersama dan menumbuhkan empati sosial. Untuk itu pola
cooperative learning (belajar bekerja sama) diterapkan. Melalui permainan
dinamika kelompok, tutor sebaya, saling membantu, bermain dan makan siang
bersama , potensi anak sebagai makhluk sosial terbangun, hablum minan nas
Insya Allah akan tercipta. Melalaui problem based learning anak belajar memecahkan
masalah kehidupan secara kreatif. Dengan konsep belajar yang gembira, terbukti
anak akan menikmati sekolah seharian penuh. Full day school di Insan Mulia
ternyata mampu menumbuhkan keceriaan anak. Anak-anak kerasan dan sekolah menjadi
rumah kedua bagi mereka. Dengan quantum learning hasil belajar mereka jauh
diatas anak pada sekolah konvensional.
Kegiatan
Belajar Mengajar
Setiap kelas dengan jumlah siswa maksimal 24 orang dipandu oleh 2 orang guru,
sehinga setiap anak mendapat perhatian sebaik-baiknya. Guru akan banyak berperan
sebagai “teman” bukan “polisi”, disamping itu terdapat
guru untuk bidang khusus, seperti melukis, teater, dan mendongeng serta psikolog.
SAIMS tidak mengikuti kebiasaan sekolah pada umumnya yang berorientasi pada
pemenuhan target materi sehingga anak digelontor setumpuk pekerjaan rumah
(PR). SAIMS berusaha mengefektifkan jam belajar di sekolah dengan demikian
dapat meminimaliasi beban pekerjaan rumah (no homework concept). Demikian
juga model evaluasinya tidak hanya mengukur aspek kognitif (pengetahuan) saja
tetapi juga sikap, psikomotor. Lewat portfolio dan bentuk raport yang khusus
maka banyak aspek bisa dievalusi demi pengembangan potensi anak secara maksimal..
Belajar bahasa Inggris sebagai daily language dilakukan sejak dini, sehingga
ketika tamat SD siswa sudah mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris sederhana.
Sedang bahasa Arab diarahkan untuk wahana pemahaman ayat-ayat Al-Qur’an
sebagai tuntunan hidup.
Tujuan Pendidikan
Visi Sekolah Alam Insan Mulia adalah mengupayakan anak didik menjadi generasi
dan pemimpin masa depan yang berjiwa Islami, unggul dalam prestasi dan siap
berkompetisi di era global. Mempersiapkan generasi muda muslim yang memiliki
keunggulan intelektual, praktikal dan emosional.
Kurikulum
Sekolah Alam Insan Mulia tidak merombak segalanya, tetapi mengacu pada kurikulum
nasional. Tetapi kurikulum SAIMS sudah diperkaya dengan kurikulum manca negara
antara lain Inggris, Astralia, Jepang, Singapura dan sederet negara yang berhasil
dalam pembentukan intelektual dan kreativitas anak. Kurikulum juga memberikan
penekanan pada pengembangan sikap kepemimpinan dan akhlaq karimah.
Perbedaan pokok dengan sekolah konvensional adalah kurikulum di SAIMS diaplikasikan
secara integratif. Mata pelajaran yang cenderung absrak diintegrasikan dalam
bentuk topik-topik kehidupan sehari-hari yang kongret dan menarik dibahas
bersama anak-anak, seperti topik Rumahku Surgaku akan mengajak anak untuk
belajar secara integratif Matematika, IPA, PPKn, Agama, Bahasa Indonesia,
Ekonomi, bahkan Akhlaq dan Tauhid. (*)