Home Rubrik SAIMS

Login Form



YM

humas_saims

Administrator

Anda adalah Pengunjung ke

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday79
mod_vvisit_counterYesterday645
mod_vvisit_counterThis week2590
mod_vvisit_counterLast week2356
mod_vvisit_counterThis month4946
mod_vvisit_counterLast month14162
mod_vvisit_counterAll167593

We have: 3 guests, 1 bots online
Your IP: 174.129.237.157
 , 
Today: Apr 13, 2012

Who's Online

We have 4 guests online


Rubrik SAIMS
Written by Miss Hem   
Friday, 26 November 2010 10:05

Ayah-Ibu, aku belum mengerti sepenuhnya mengapa aku kadang berbuat “nakal”.

Ingin membantahmu, mengabaikanmu, dan kadang aku tidak mau mendengar perkataanmu.

Aku tidak mengerti sepenuhnya, mengapa aku terkadang lebih memilih orang lain untuk diajak bicara. Aku mengerti banyak hal untuk membuatku sadar, bahwa aku harus berterima kasih kepada kalian. Rumah besar, mobil, makanan lezat, dan semua yang kuinginkan selalu ada.

Aku juga mengerti, aku harus minta maaf karena semua hal yang kulakukan seperti sebuah “pemberontakan” bagimu.

Ayah ….

Ayah sudah bekerja keras untuk membuatku bisa bersekolah di sekolah yang bagus dan mahal. Ayah sudah memberikan kesempatan padaku untuk membeli mainan yang kuinginkan. Membuatku bisa tau dunia di luar sana dengan main internet.

Tapi Yah ….

Waktumu begitu berharga untuk bercanda denganku …

Aku hanya bisa chatting dengan teman dan bermain game on line

Aku mengusir semua keinginanku untuk bercanda denganku

Karena aku belum tau, mengapa aku tak mampu menikmati kebersamaan kita

Terkadang, aku sampai tak tahu apa yang kuinginkan darimu …

Aku hanya tau bersamamu itu indah …

Meski aku tak bisa mengatakannya

Ibu …

Ibu sudah berjuang hebat untuk membimbingku. Membuatku merasa aman dan terlindungi. Ibu sudah membelaku disaat yang kuperlukan. Membuatku mendapatkan apa yang kuingin, dengan semua rengekan dan tangisanku.

Tapi Bu …

Waktu Ibu semakin sempit untuk mendengarkan ceritaku

Aku punya banyak pengalaman yang tak bisa kubagi begitu saja

Karena aku belum tau, mengapa aku tak merasa Ibu mendengarkanku

Ceritaku berlalu begitu saja dengan anggukanmu

Terkadang, aku sampai bosan dengan ceritaku sendiri

Aku hanya tau perkataamu sangat membuatku tenang

Meski aku tak mampu mengatakannya

Ayah-Ibu, aku sangat ingin pelukan hangatmu

Sebuah pelukan dari hati, berbagi kasih, dan memberi arti.

Ayah-Ibu, kabulkanlah keinginanku …

 

Last Updated on Monday, 29 November 2010 04:45