Home Puisi
PUISI
M E R A P I PDF Print E-mail
Written by Dwi p   
Saturday, 20 November 2010 04:04

Kala gejolaknya..tak kian berhenti

Saat awan putih meranggas desa tak berpenghuni

Jutaan pasang mata hanya bisa menanti

Berharap situasi segera kembali

 

Ya Rabbi,

Kepada-Mu lah semua berpulang

Harapan, doa, dan segala penantian

Pastilah yang terbaik yang Engkau berikan

Semoga keikhlasan hati ini kian teruji

Menuju kesempurnaan yang hakiki

amin

Last Updated on Saturday, 20 November 2010 04:42
 
puisi U.P. PDF Print E-mail
Written by kelas3   
Monday, 11 October 2010 08:51

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

“Jangan”

 

Tuhan membelah awan,membuka titik terng jalan pengelihatan manusia
diteteskan butiran air sebagai ingatan diawal tahun baru
seakan melihat kolam dengan ikan berakal sehat tanpa nurani
kemilau kekuatan sesat yang diikat dalam jiwanya
memndang kesebelah tidak cukup membuka nuraninya
Tuhanmu selalu kau bohongi dengan tangisan dan doamu
tapi tangan dan kakimu kau ikat dengan segaja
Tuahan kau perbudak dengan rayuanmu yang tak terbukti
apalagi yang kau tawarkan kepadanya jika kebohonganmu terlihat jelas
biarlah kolam tuhan yang membuktikan
agar mereka tahu paru-parunya sengaja kau robek dan kau hancurkan sendiri.

 

“Lain”

malam mulia tempat penentuan Tuhan terhadap timbangan manusia
terbukalah pada hari itu celah langit dan nurnya
pada malam itu ciptaannya merebut maqfirohnya
mengapai kedudukan yang fana dan menjadi kekasihnya

sepertiga malam debu ampunan dihembuskan keseluruh jagadraya
pohon surga mulai bersemi berbunga merona
menebarkan wewangian menutup noda umatnya
kepada mereka yang menjemput dipersimpangan malam gulita

 

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

 

 
Sebuah dongeng Negeriku PDF Print E-mail
Written by Hamdiyatur Rohmah   
Thursday, 23 September 2010 15:38

 

SEBUAH DONGENG NEGERIKU

Karya: Miss Hem

 

 

Aku pernah mendengar sebuah kisah

Dari ayah dan bundaku tentang sebuah negeri

Damai, hijau, dan bersinar bagai permata

Nyiur melambai, dan burung-burung bernyanyi ceria

 

Hai kawan …

Apa saat ini, kau masih melihat pelangi rajin menghiasi langit?

Apa saat ini, kau masih mendengar kicau burung di dahan depan rumahmu?

Atau, kau masih merasakan semilir angin pembawa oksigen pukul lima pagi?

 

Aku menengok langit, dan kulihat ia kosong

Aku menunggu nyanyian kutilang, tapi yang ada hanya bising kendaraan

Aku telah menghirup udara, tapi yang kudapati bau sampah

 

Sepertinya di negeri ini …

Hujan tak lagi mampu melukis pelangi

Pepohonan tak lagi mampu melindungi

Angin tak lagi mampu memberi udara bersih

 

Harus ada kisah baru yang tak hanya bisa ditulis di atas kertas

Kisah yang mampu membawa pelangi, burung, dan udara bersih

Kisah yang mampu melawan angkara murka

Dan menjadikan negeri ini disantuni

 

Wahai kawan, sebangsa dan setanah air

Tanah ini yang memberi kehidupan

Negeri ini sedang membutuhan kasih sayang

Jiwa ini menantikan para pejuang

 

Berjuang melawan penyebar polutan

Berjuang melawan kemalasan

Dan berjuang melawan kemiskinan

 

Siapa dia, yang bangga dengan kebersihan

Siapa dia, yang mampu menciptakan peluang

Siapa dia, yang ikhlas memberi dan peduli

 

Ya, aku bisa menjawab dengan lantang

Para pejuang itu KITA KITA dan KITA

Karena …

Aku rindu suasana negeriku yang dahulu

Agar aku mampu mempercayai cerita ayah-bundaku

 

 

 

SAIMS, 25 December 2008

Pukul 22.30 WIB

 

Last Updated on Friday, 08 October 2010 08:34
 
Kasih Sayang Yang Tulus PDF Print E-mail
Written by shalsa sochmarisanda   
Thursday, 22 April 2010 06:59

ilmu mu menjunjung ku meraih cita-cita ku
tatapan mata mu

membuatku tau akan adanya kasih sayang yang tulus
senyuman mu

memberiku semangat meraih cita-cita ku
hangatnya pelukmu

memberiku semangat baru untuk meraih cita-cita ku lebih tinggi
kasih sayang mu yang tulus

membuatku yakin bahwa aku BISA!!
nasihatmu

mengiringiku menjadi orang yang berguna bagi bangsa & Negara

ilmu mu,tatapan matamu,senyuman mu,hangatnya pelukmu,kasih sayang mu,nasihat mu
menandakan adanya kasih sayang yang tulus dari hatimu

terimakasih telah memberikan kasih sayang yang tulus untuk aku...


 
SANG TUMPUAN HIDUP PDF Print E-mail
Written by Wira   
Thursday, 22 April 2010 06:57

Karya: Arya Wira Saksana VI SD

Dia …
Jadikan hitam terasa putih
Bagai awan putih tanpa awan hitam
Dan bagai langit putih

Dia …
Jadikan warna yang terasa angin
Yang tiada henti-hentinya menghembus langit
Yang tiada batas

Dia …
Jadikan matahari hangat
Menerangi bumi dengan sinarnya
Tanpa keluh kesah

Dia …
Merasakan bintang bagaikan tumpuan
Harapan satu-satunya …
Walaupun banyak rintangan dan cobaan
Dalam kehidupan …

Bagai angin …
Yang membawa kita pada keinginan
Yang lebih tinggi
Bagai pelangi …
Yang menjadi tumpuan cita-cita
Yang lebih tinggi
Dan lebih baik …

Catatan:
- Yang ditulis tanggal 9 Februari 2010 merupakan puisi yang sudah ditulis bulan Januari
- Boleh direvisi lagi dan dirubah (tetapi jangan dirubah sepenuhnya)
Ini catatan dari Wira ketika menyerahkan puisi ini.